-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Nenek Lansia Hidup sebatangkara di Gubuk Bambu

Saturday | July 03, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-07-03T02:19:29Z


Star7Tv.com Jember — Kurangnya perhatian Pemerintah Daerah dan Pemerintah Kecamatan juga Kelurahan Sehingga terdapat salah satu Nenek lansia , Misna 68 th yang bertempat tinggal di Rt/Rw 002/020. Dusun Langsepan Kelurahan Kranjingan Kecamatan Sumbersari.


(02/07/2021 )Mbah Misna" semenjak di tinggal suaminya meninggal dunia 5 tahun yang lalu, kini tinggal sebatang kara, tinggal di gubuk sederhana dan yang di tempati masih numpang milik tetangganya selama menyambung hidup.


Menurut keterangan Mbah Misna ke awak media, saya setiap harinya berjualan seadanya dan berkeliling ke rumah rumah warga sekitar, apalagi kalau ada acara warga, seperti nikahan atau hiburan lainnya saya juga berjualan kacang kerupuk makanan ringan. Tuturnya Mbah Misna.


Lanjut Mbah Misna, empat tahun yang lalu waktu berjualan saya berjualan keliling saya mengalami naas, di tabrak lari dengan sepada motor, beruntung waktu itu ada warga yang melihat dan di bantunya dibawa ke rumahnya.


Karena hidup saya serba kekuranagan atau sebatang kara dan sulitnya ekonomi tidak berobat ke medis melainkan pergi ke tukang urut di dekat rumah.


Padahal saya kecelakaan yang menderita mengalami patah tulang lengan kanan dan harus di operasi secepatnya waktu itu.


Akibat musibah dari kecelakaan itu tangan saya menjadi cacat dan tidak bisa kembali seperti semula, tak memiliki yang normal tentu menyulitkan saya untuk berjualan lagi.


Oleh karena itu sampai sekarang saya tidak berjualan lagi di karenakan tangan kanan saya yang cacat, dan saat sekarang mengandalkan pemberian tetangga sekitar. Ungkapnya.


Selain cacat tangannya mbah misna tidak pernah melupakan sholatnya yang 5 waktu dan dia juga mengalami strok yang sering kali tidak mampu beranjak dari tempat tidur.


Dengan kondisi ekonomi membuat Mbah Misna tidak mampu berobat dengan baik apalagi kondisi rumah yang masih beralas tanah gubuk yang di tempati berdinding anyaman bambu yang lubang sana sini.


Perangkat Desa dan aparat Puskesmas setempat juga mendatangi mbah Misna memberikan sembako seadanya.


Imam mura/red






×
Berita Terbaru Update