-->

Notification

×

Iklan

Iklan

CAMAT GUNUNGKENCANA BAPER - MENUAI KOMENTAR DARI INISIATOR ALIANSI ORGANISASI GUNUNGKENCANA

Tuesday | July 27, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-07-27T09:48:26Z
Star7tv.com, Lebak Banten - Diketahui sebelumnya seorang Pendamping Desa Gunungkencana melakukan tugas dan fungsinya sesuai pendamping dengan cara mengirim poto dan statment ajakan ke WAG PRADES Se-Gunungkencana, dimana dalam statment tersebut berisikan ajakan untuk menjaga lingkungan, membuang sampah pada tempatnya dan poto yang dikirimkan adalah poto kegiatan dari tahun ke tahun pelaksanaan gotong royong membersihkan sampah dan menjaga lingkungan. Karena sebelumnya ramai dibincangkan oleh warga terkait sampah yang berserakan dipinggir jalan lintas gunungkencana yang padahal sudah disediakan Bak Sampah. 
Namun sangat disayangkan respon chat WAG dari camat kurang mengenakkan dan sangat tidak pantas disampaikan dalam WAG tersebut, pasalnya respon camat lebih kepada bentuk ketidaksukaan karena dalam poto tersebut ada camat sebelumnya (yang sekarang menjabat sebagai kepala dinas peternakan). Respon chat tersebut "MAKSUDNYA APA INI EMANG PENDAMPING TUGASNYA APA, IKUT BERSIH2 NGGAK KOK GAADA FOTONYA" (dengan huruf kapital) setelah itu camat keluar WAG. 

Sangat memalukan respon yang dikeluarkan oleh seorang camat dalam WAG tersebut. Seharusnya sebagai seorang pimpinan dan kepanjangan bupati harus bisa memberikan contoh "kan itu di WAG, dan banyak juga didalamnya prades Se-Gunungkencana. Sangat tidak mencerminkan seorang ppemimpin

Setelah camat keluar dari WAG, ternyata langsung chat personal kepada pendamping desa tersebut dan sangat disayangkan ini lebih parah diluar yang dipikirkan. Dalam isi chat personal tersebut camat ternyata masih baper dan keluar bahasa "maksudna naon ieu kirim2 gambar ngebanding2. BAGUS. JALANKAN AJA TUGASNYA MASING2. PEMERINTAH DMN2 GE PENGEN SEMUA BERJALAN BAGUS INDAH TERTIB. UPAYA SUDAH PROBLEM BANYAK, YANG PENTING BERPROSES SEMUA.. KALO NGGK SUKA DGN SAYA LAPOR BUPATI BOS. SY KERJA PAKE SK BUPATI" (huruf kapital). Pendamping desa tersebut pun sudah menjelaskan maksud dan tujuannya dan menjawab pertanyaan camat terkait tugas pendamping sekaligus mengirim poto pendamping desa ikut bersih-bersih, karena memang itu tidak ada sedikitpun maksud untuk menyinggung atau membanding-bandingkan, karena poto yang ada terkait gotong royong ya memang itu adanya sesuai dengan tugas dan fungsi pendamping dan itu real dilakukan dari tahun ke tahun. 
Sikap seorang camat inipun menuai komentar ....... "seharusnya camat tidak seperti itu, masa iya baper. Harusnya termotivasi, oh ternyata gunungkencana kompak dalam gotong royong kenapa tidak camat membuat agenda gotong royong setelah melihat ajakan dari pendamping atau mungkin camat punya cara lain dalam menggerakan masyarakat gunungkencana untuk menjaga lingkungan dan membuang sampah tidak sembarangan. Itu baru seorang pemimpin yang patut kita contoh dan jadikan suri tauladan. Jangan ini malah menonjolkan sikap ketidak dewasaannya, sangat memalukan

Lebih parahnya lagi, karena pendamping desa tersebut tidak merasa enak dengan respon camat seperti itu. Pendamping desa langsung menelpon dan meminta untuk menghadap ke kantor tujuannya untuk menjelaskan semuanya. Namun camat menolak "UDAH GAUSAH" dan keluar bahasa lebih tidak pantas diucapkan "SAYA MH UMUR NGORA KENAH, SIAP BUKA BAJU GEH" bahasa tersebut sangat tidak mencerminkan seorang camat, sampai-sampai emosinya tidak terkendalikan. 

Saya harap bupati lebak harus mengevaluasi dan memberikan peringatan, agar kejadian ini tidak terulang kembali. Karena sangat memalukan sebagai seorang pejabat pemerintahan apalagi kepanjangan dari bupati. "camat harus meminta maaf atas kejadian tersebut dan harus lebih dewasa dalam menjalankan tugas sebagai pimpinan" (HSr)

Kejadian : Jumat, 23 Juli 2021
Inisiator : Usep Ridwan Allais


 


 


 






×
Berita Terbaru Update