-->

Notification

×

Iklan



 

Iklan



 

Anggaran Bantuan PIP (Program Indonesia Pintar) Di Pangkas Oleh Oknum Kepala Sekolah Di Pertanyakan oleh ketua komite

Wednesday | July 21, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-07-21T11:44:27Z
Star7tv.com, Landak Kalimantan Barat-,Program Indonesia Pintar (PIP) dirancang untuk membantu anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin/rentan miskin /prioritas tetap mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat pendidikan menengah, baik melalui jalur formal SD sampai sma/smk dan jalur non formal paket a smpai paket c dan pendidikan khusus. melalui program ini pemerintah berupaya mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah, dan diharapkan dapat menarik siswa putus sekolah agar kembali melanjutkan pendidikannya. PIP juga diharapkan dapat meringankan biaya personal pendidikan peserta didik, baik biaya langsung maupun tidak langsung.

Program ini akan berjalan selaras dengan apa yang telah di canangkan oleh pemerintah pusat melalui Kementrian pendidikan apabila di laksanakan dengan semaksimal mungkin oleh penyelengara pendidikan di tingkat daerah seperti yang terjadi di salah satu Sekolah Dasar di kecamatan Banyuke Hulu kabupaten landak, Program ini menjadi sebuah ajang untuk mengambil keuntungan secara pribadi oleh salah satu oknum Kepala Sekolah.

Demikian disampaikan oleh Romundus Selaku ketua komite Sekolah Dasar Negeri 03 Untang Kecamatan Banyuke Hulu Kepada awak media ini,"Saya diangkat dan di pilih secara Demokrasi oleh orang tua murid Sejak Tahun 2017,Saya ingin menyampaikan keberatan saya atas adanya terjadi pemotongan anggaran keuangan anak yaitu Dari Program PIP,Yang di lakukan oleh pihak sekolah terutama kepala sekolah menekankan kepada siswa agar anggaran PIP di potong sebanyak 30.000 per murid.

Lanjut Romundus pemotongan anggaran ini tanpa adanya konfirmasi kepada pihak komite,jadi dalam hal ini saya selaku Ketua komite tidak di undang dan tidak diberitahukan sama sekali oleh pihak sekolah,pihak orang tua murid juga merasa sangat Keberatan tetapi di tekan oleh kepala sekolah dengan di potong harus 30.000 per murid dengan alasan yang tidak jelas.

Menyangkut hubungan komunikasi dengan komite sangat tidak baik,sebab dari pihak sekolah merasa saya adalah orang yang selalu mengkritik atas kebijakan pola pengajaran,bahkan kurang terbukanya terhadap pengelolaan keuangan termasuk dalam program PIP ini yangl selalu adanya  pemotongan yang tidak masuk akal,perlu kita ketahui juga penerima program PIP ini berjumlah 101 orang,apabila kita kalikan dengan 30.000,artinya total anggaran yang di potong adalah sebanyak 3.900.000,seharusnya anggaran dari program PIP ini per murid mendapatkan 450.000,namun yang merka terima hanya 400.000 saja sisanya Belum juga di kembalikan kepada murid penerima program ini.

Jadi harapan kami​ untuk selanjutnya, pakailah system' yang sudah diterapkan oleh sekolah sekolah lain,jadi intinya anggaran program ini langsung masuk ke rekening anak anak didik,jangan lagi Menggunakan pola lama di ambil secara kolektip,apakah ini ada unsur kesengajaan agar dapat memberi celah pungli atau biar adanya biaya administrasi,dalam hal ini saya berharap kepada Dinas Kabupaten agar segera merespon kejadian ini serta menindaklanjuti permasalahan ini,Sebab program PIP ini adalah untuk memberikan bantuan kepada anak anak yang kurang mampu jadi bukan untuk administrasi apalagi untuk para kepala sekolah.Tutup Romundus.

Penulis : RA/Injil

 
×
Berita Terbaru Update