-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Ada Mafia Pertanahan di Tanjung Jabung Timur?

Friday | July 30, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-07-30T04:09:09Z
Star7tv.com -Tanjab Timur, Intruksi Kapolri dalam upaya memberantas pratek mafia pertanahan, kepada segenap Polda dan Polres se Indonesia, bukan persoalan yang mudah. Mafia pertanahan merupakan salah satu masalah negeri ini yang harus diberantas dan diusut tuntas disetiap daerah. Tidak mudah untuk membekuk pelaku yang menggunakan segala cara untuk menhidari jeratan hukum. Tetapi tak selamanya tupai mampu melompak, akhirmya akan jatuh jua. Hal tersebut sebagaimana disampaikan Roni kepada awak redaksi, pada Jumat (30/07) kepada awak media, tentang persoalan praktek mafia pertanahan yang ada di Provinsi Jambi, khusuanya di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. 

Usai mengungkap praktek mafia pertanahan diduga madyarakat menjual aset negara SKK Migas yang dikelola oleh PT. Petro Cina Ltd, berupa lahan seluas 12 Ha. Kali ini, Roni mencoba memaparkan kepada awak media terkait dugaan  mafia pertanahan beroperasi Kabupaten Tanjung Jabung Timur. 

Salah satunya tanah yang telah terploting atas Nama Wisnu seluas 36 Ha, dan terploting seluas 24 Ha, tetapi hilang seluas 6 Ha dijual masyarakat kepada pengusaha besar di Kota Jambi. Tanah tersebut terletak di Kelurahan Singkep Kecamatan Muara  Sabak Barat Kabuaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Tanah tersebut telah terploting pada tahun 2010 dam telah dibuat SHM atas nama masyarakat 9 Ha pada tahun 2018.

"Saya berani mengatakan hal ini karena saya mengetahui bagaimana mafia pertanahan mencoba merubah kepemilikan tanah dari satu orang ke orang lain" jelas Roni. 

Kejadian awal sama dengan persoalan penjualan lahan milik PT. Petro Cina Ltd. seluas12 Ha sebagaimana berita sebelumnya yang disampaikan Rini. Roni sebagai kuasa bapak Gembong Peimadjaya harus menelan pil pahit ketika meninjau lahan tersebut pada 2018 diketahui sudah terploting di BPN tahun 2010 seluas 24 Ha dan pada tahun 2018 telah terploting juga 3 shm milik salah satu pengusaha Jambi. Hingga saat ini pengajuan shm 2021, Roni hanya bisa mengajukan 17 Ha yang berada dlokasi kawasan ekonomi khusus Pelabuhan  Samudra Tanjung Jabung Timur.


 


 


 






×
Berita Terbaru Update