-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Solidaritas Umat Islam Prov. Kep. Bangka Belitung (Babel) gelar Aksi Bela Palestina

Saturday | May 22, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-05-22T02:40:01Z


Star7tv.com Babel —Solidaritas Umat Islam Prov. Kep. Bangka Belitung (Babel) gelar Aksi Bela Palestina, Bebaskan Al Quds. Aksi solidaritas dipimpin oleh Alim Ulama, Habaib, Ustadz Ustadzah serta diikuti oleh ribuan peserta aksi yang tergabung dari 32 Organisasi Islam, Komunitas, Ponpes dan masyarakat Bangka Belitung di Titik Nol Kilometer Kota Pangkalpinang. Jumat (21/5/2021).


Dibawah guyuran hujan deras, Topik Saparudin yang diketahui Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi dengan lantang meneriakan aksi tetap berlanjut walau hujan sekalipun.


“Kita Jangan takut hujan air, di Palestina hujan Peluru tak pernah mundur melawan penjajah Zionis Israel,” ungkap Topik dengan lantang di tengah-tengah aksi berlangsung.


Dalam kesempatannya berorasi, Topik menjelaskan beberapa hal, sejak Ramadhan lalu hingga kini saudara-saudara kita di Palestina hidup dalam suasana mencekam. Al-Quds kembali diserang secara membabi-buta. Gaza juga mengalami nasib yang sama. Ratusan korban wafat akibat keganasan kaum Zionis. Ratusan lainnya terluka.


Padahal juga jelas, di mata Allah Subhanahu Wa ta’ala, jangankan ratusan jiwa, pembunuhan satu orang saja tanpa haq, sama dengan membunuh seluruh manusia.



Allah Subhanahu Wa ta’ala berfirman: Siapa saja yang membunuh satu orang, bukan karena orang itu membunuh orang lain atau membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh seluruh manusia (QS. Al-Maidah [5]: 32).


Bahkan jika yang terbunuh adalah seorang Muslim, maka itu jauh lebih dahsyat dibandingkan dengan kehancuran dunia ini. Sebagaimana Sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam: Kehancuran dunia ini lebih ringan disisi Allah dibandingkan dengan pembunuhan seorang Muslim (HR At-Tirmidzi dan An-Nasa‟i). Ucap Topik dalam Orasinya.


Dalam Orasinya, Topik juga menerangkan sejarah Palestina.


“Ketahuilah, tanah Palestina sesungguhnya merupakan tanah wakaf milik Kaum Muslim. Bukan hanya milik Bangsa Arab atau Bangsa Palestina saja. Palestina telah berada dibawah kekuasaan Islam saat dibebaskan oleh Khalifah Umar Bin Al-Khathab Radhiyallahu Anhu pada tahun 15 H.


Beliaulah yang langsung menerima tanah tersebut dari Safruniyus diatas sebuah perjanjian yang dikenal dengan Perjanjian Umariyah, yang diantara isinya berasal dari usulan orang-orang Nasrani, yaitu agar orang Yahudi tidak boleh tinggal didalamnya.


Namun, sejak Khalifah Utsmaniyah runtuh tahun 1924, akhirnya Bumi Palestina jatuh ke tangan Zionis Yahudi, Sang Agresor dan penjajah berhasil mendirikan entitas Negaranya pada tahun 1948 dengan menduduki 77 persen tanah Palestina, setelah mengusir 2/3 (dua pertiga) rakyat Palestina dari tanah mereka.


Sejak pendudukan itu, menurut Dr. Ibrahim Abu Jabir, sebanyak 478 Desa dilumatkan dari total 585 Desa yang ada di wilayah Palestina tahun 1948. Akibatnya, sebanyak 804 ribu orang Palestina hijrah ke luar wilayah terjajah pada tahun 1948. Sebanyak 30 ribu orang lainnya diusir dari tanah mereka ke Daerah-Daerah lain.


Sejak tanah mereka dirampok dan dijajah Zionis Yahudi, inilah Bangsa Palestina terus merana. Tak ada yang membela secara nyata, terangnya.


Menanggapi kesengsaraan masyarakat Palestina yang dijajah Zionis Israel, Topik selaku Korlap Aksi menyampaikan pernyataan sikap yang disepakati oleh Alim Ulama Babel dan 32 Ormas, Komunitas Islam Babel.


“Kami Peserta Aksi Umat Islam Bangka Belitung Bela Palestina, Bebaskan Al Quds, menyatakan sebagai berikut:


1. Masalah utama Palestina adalah penjajahan oleh Zionis Israel. Oleh karena itu Palestina hanya akan kembali damai apabila Zionis Israel diusir dari tanah Palestina. Untuk itu yang paling dibutuhkan saat ini bukan hanya sekedar bantuan makanan dan obat-obatan, tapi juga bantuan Militer dari seluruh Negeri-Negeri Islam di Dunia untuk mengusir Zionis Israel dari Tanah Palestina.


2. Aktivitas yang dulu dilakukan oleh Khalifah Umar Bin Khattab dan Salahuddin Al Ayyubi ketika mereka berhasil membebaskan Palestina dan Al Quds dari cengkeraman Bangsa Yahudi. Sikap inilah yang seharusnya diteladani oleh seluruh Pemimpin Negeri-Negeri Islam, jika memang mereka serius ingin membebaskan Palestina dan Al Quds, bukan hanya sekedar kecaman secara lisan saja yang itu tidak lebih hanya sebagai lip service.


3. Menyerukan dan mengajak kepada Kaum Muslimin diseluruh Dunia untuk membantu saudara-saudara Muslim di Palestina, baik dalam bentuk doa maupun dengan menyuarakan pembebasan Palestina dan pengusiran Zionis Israel melalui unjuk rasa, media cetak, elektronik dan media sosial serta berbagai sarana lainnya yang memungkinan serta memberikan bantuan dana, obat-obatan, tenaga medis, tenaga sosial dan bantuan lainnya yang diperlukan sesuai dengan kemampuannya masing-masing.


4. Mendesak kepada para pemimpin di Negeri-Negeri Islam agar memutuskan hubungan dengan Israel, baik hubungan Dagang dengan melarang semua produk Israel masuk ke Negeri Islam maupun hubungan Politik dan Diplomatik dengan menutup dan mengusir semua kedutaan Israel yang ada di Negeri Islam, sebab satu-satunya hubungan yang pantas dan layak dengan Israel adalah hubungan perang karena stasus mereka saat ini menurut Islam adalah Muharriban Fi‟lan yaitu orang Kafir yang sedang memerangi Umat Islam.


5. Mendesak kepada Pemerintah Indonesia untuk memberikan sanksi hukum kepada siapa saja yang mendukung Israel, karena hakekatnya mereka adalah penjajah serta menolak kriminalisasi terhadap perjuangan membebaskan dan membantu Palestina.


6. Mengajak dan menyeru kepada Umat Islam dan para pemimpin di Negeri-Negeri Islam diseluruh Dunia untuk benar-benar bersatu sebagaimana perintah Allah SWT dalam Al Qur‟an surat Al Imran Ayat 103 dan sebagaimana yang diperintahkan dan contohkan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam dan para Sahabat dengan persatuan yang hakiki yakni dengan berjuang bagi Palestina dan Al Quds benar-benar bisa dibebaskan dari cengkraman Zionis Israel.



Diakhir kata Topik menyampaikan untuk tetap selalu menjaga Protokol Kesehatan dan Memakai Masker. Diakhir aksi, Panitia mengumpulkan Infaq untuk bantuan kepada masyarakat Palestina dan akan disalurkan melalui Medical Emergency Rescue Committe dan Aksi Cepat Tanggap (ACT).


Abang Han/red






×
Berita Terbaru Update