-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Penggiat Wisata di Pandeglang Minta Gubernur Banten Kaji Ulang Penutupan Destinasi Wisata

Sunday | May 16, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-05-16T06:10:03Z



Star7Tv.Com, Pandeglang - Gubernur Banten Wahidin Halim resmi  menutup destinasi wisata sampai 30 Mei 2021. Penutupan ini tertuang dalam surat edaran yang dutunjukan kepada Bupati dan Wali Kota se-Banten.


Alasan penutupan destinasi ini untuk mencegah penyebaran COVID-19 dari klaster libur Lebaran. Sebab saat libur lebaran terjadi peningkatan jumlah kunjungan hingga menyebabkan kerumunan massa.tiba tiba gubernur Banten mebuat Surat edaran kepada bupati dan wali kota se provinsi Banten.




Meanggapi hal itu, Penggiat wisata di Kabupaten Pandeglang-Banten , Samsuni ketua okk badak banten DPP meminta Gubernur Banten mengkaji ulang terkait surat edaran tentang penutupan tempat wisata tersebut.


Sebab di wilayah Provinsi Banten masih ada destinasi wisata yang tak masuk zona merah. Ditambah saat ini, tengah diberlakukan penyekatan untuk membatasi kunjungan wisatawan.


"Harusnya jangan semua ditutup, karena tidak semua destinasi masuk wilayah zona merah. Saya minta Gubernur Banten mengkaji ulang terkiat penutupan ini," katanya, Minggu (16/5/2021).


Menurut Samsuni   badak banten Skala Mikro yang dibuat Gubernur Banten yang mewajibkan pengelola destinasi wisata untuk melakukan screening tes antigen dan Genose sudah bagus, tinggal penerapan dan pelaksananya yang harus dioptimalkan.


"Jadi tidak harus menutup destinasi wisata. Aturan seperti di tempat pemandian kolam renang Cikeromoy saja terapkan dengan baik dan benar, karena kalau objek wisata ditutup banyak yang rugi termasuk Pemprov Banten," ujarnya.


Ketua " Okk badak banten ini juga menyarankan Gubernur banten meningkatkan peran dan fungsi Satgas COVID-19 dari tingkat Kecamatan hingga Kabupaten agar lebih aktif melakukan pengawasan ke tempat-tempat wisata.seperti cikeromoy kecamatan cimanuk banyak wisata di kabupaten pandgelang


Karena terjadinya kerumunan massa di objek wisata akibat lemahnya pengawaaan dari Satgas COVID-19. 


"Sebetulnya tidak perlu ditutup, optimalkan saja aturan dan perangkat yang ada. Seperti Satgas COVID-19 yang harus lebih aktif melakukan pengawasan protokol kesehatan di tempat wisata," Pungkasnya. ( Hsr / red )






×
Berita Terbaru Update