-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Mantan Anggota DPRD Palembang Divonis Mati

Friday | April 16, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-04-16T07:00:43Z


 

Star7Tv.Online, Palembang - Lima dari enam terdakwa dengan kasus Narkotika Jenis Sabu-sabu seberat 4 kilogram dan 21ribu pil Ekstasi yang menjerat mantan anggota DPRD Palembang yaitu Doni dan kawan-kawan,akhirnya divonis MATI oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Klas I A Khusus pada,Kamis (15 April 2021) sore.


Identitas keempat terdakwa yakni Alamsysh,Ahmad Najmi Ermawan,Mulyadi dan Yati Suherman Keempat terdakwa ini juga ikut terlibat dalam perkara kasus Narkoba ini.


Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Bongbongan Silaban ini beragendakan pembacaan putusan oleh Majelis Hakim yang didengarkan secara virtual baik oleh Jaksa Penuntut Umum,terdakwa dan kuasa hukum terdakwa.


"Dengan ini menyatakan bahwa terdakwa atas nama Doni,Alamsyah,Ahmad Najmi Ermawan,Mulyadi dan Yati Suherman telah terbukti melanggar  Pasal 114 ayat 2 jo 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.Jadi dengan ini menyatakan kelima terdakwa divonis MATI ," ucap Hakim Bongbongan Silaban.


Dalam putusan Majelis Hakim menimbang kalu hal-hal yang memberatkan kelima terdakwa diantaranya merusak Generasi Muda,Kejahatan Terorganisir dan kelima terdakwa termasuk transaksi jaringan Narkoba Lintas Negara.


"Untuk hal-hal yang meringankan terdakwa tidak ada sama sekali ," tegas Bongbongan.


Sementara,untuk putusan satu terdakwa atas nama Joko Zulkarnain yang sampai sekarang masih kabur dan masih dalam pencarian pihak Kejaksaan Negeri Palembang belum bisa untuk memutuskan.


Mendengar putusan tersebut,Kuasa Hukum kelima terdakwa,Sufendi,SH langsung mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi.


Doni ditangkap oleh Tim Gabungan BNN pada 29 September 2020 di Ruko miliknya yang ada di Jalan Riau 26 Ilir Barat I Palembang.


Penangkapan Doni merupakan hasil pengembangan kasus dari bandar sabu-sabu asal Cilacap bernama Mulyadi.


Doni ditangkap setelah Tim Gabungan lebih dulu menangkap anak buahnya yang sedang bertransaksi.


BBM menangkap total enam orang dalam kasus tersebut,namun salah satu terdakwa atas nama Joko Zulkarnain kabur saat menjalani perawatan di RS Bhayangkara Palembang pada Januari 2021,dan hingga kini masih buron.


Penulis : EDI PIRANG.


 


 


 






×
Berita Terbaru Update