-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Security MTS Lubuklinggau Halangi Tugas Wartawan Saat Wartawan Mau Peliputan

Saturday | February 20, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-02-20T07:00:12Z



Star7Tv.Online LUBUKLINGGAU,SP —Kejadian yang tidak mengenakkan kembali menimpa awak media, kali ini menimpa awak media online Bidik Nasional. Rabu (16/02/2021).


Bermula ketika Joni Gitar ingin melakukan peliputan tentang adanya rehab berat di MTs tersebut tetapi dihalang-halangi oleh security dengan alasan yang tidak jelas.


Diceritakan oleh Joni Gitar selaku korban ke media bahwa dirinya sudah bicara baik kepada pihak sekolah tetapi masih di halang-halangi.


” Sekitar jam 10.00 wib sewaktu akan memasuki sekolahan saya di stop oleh dua orang oknum yang mengaku pengamanan atau security sekolah dengan inisial E dan Cs ” terang Joni.



Dirinya ingin bertemu pimpro proyek berkaitan dengan proyek dengan anggaran sebesar 36 M.


” Pimpro sedang keluar ” jawab E selaku 

Mendengar jawaban tersebut Joni Gitar kemudian mengisi buku tamu dan menunggu, sekian lama menunggu Joni meminta ijin kepada pihak security untuk mengambil dokumentasi tetapi pihak security tidak memperbolehkan dengan alasan harus ada ijin kepala sekolah dahulu. Ketika ingin bertemu kepala sekolah pihak security juga mengatakan tidak bisa dengan alasan kepala sekolah sedang rapat.


” Sempat terjadi perdebatan kemudian tangan saya ditarik kemudian di tahan ke belakang ” jelas Joni.


Menurut Joni Gitar Terkesan arogannya pihak sekolah ditunjukan oleh sikap oknum security yang mengusir, meminta Poto di hapus dan menahan motor. Sudah di jelaskan oleh Joni mengenai undang-undang pokok pers no 40 tahun 1999 pasal 18 ayat 1,2,3 barang siapa mengalangi tugas pers dapat di tuntut pidana 2 (dua) tahun penjara atau denda Rp,500,000,000 tidak digubris oleh pihak security.


Merasa mendapat perlakuan tidak mengenakkan Joni Gitar kemudian mendatangi Kapolres kota Lubuklinggau oleh pihak polres diarahkan ke Kemenag kota Lubuklinggau.


” Sempat saya menghubungi pak Amrullah dan diundang pak Sugiono kemenag di hotel dewinda, secara kedinasan pak Sugiono menyampaikan permintaan maaf ” cetus Joni.


Sementara pak Sugiono kemenag membenarkan ada pembangunan fisik di MTs tersebut, memang siapa pun yang datang wajib menunjukkan identitas.


Sementara, hingga berita ini ditayangkan awak media Sumsel.tintarakyat.com belum menghubungi kepala sekolah MTs Negeri 1 Lubuklinggau. (Galsa/Tim)


 


 


 






×
Berita Terbaru Update