-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Terkait Laporan Pers Plat Merah, Ketua DPRD Kota Pagaralam Penuhi Panggilan Polisi

Thursday | January 21, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-01-20T17:53:35Z


Star7tv.Online | Pagaralam - Ketua DPRD Pagaralam, Jenny Sandiyah SE,MH memenuhi panggilan wawancara dari Peyidik unit Pitsus Polres Pagaralam, Rabu (20/01).


Jenny Shandiyah SE MH Ketua DPRD Kota Pagar alam  dengan didampingi penasehat hukum (PH) nya, Etal Pargas SH MH serta ikut di dampingi oleh  wakil ketua I, Hj Dessy Siska SE dan wakil ketua II, Efsi SE Guna di mintai  kesaksiannya terkait dengan postingan yang bersangkutan di akun facebook pribadinya tanggal 10 Oktober 2020 lalu yang memposting.”Pers Plat Merah” .



Sekitar pukul 09.00 WIB Jenny Shandiyah SE MH Ketua DPRD Kota pagar alam yang di dampingi Penasehat hukumnya serta ikut di dampingi oleh Hj Dessy Siska SE Wakil Ketua 1 (satu)dan Efsi SE Wakil Ketua II (dua) tiba di ruang Brata Sena Mapolres Pagaralam. 


Pemeriksaan berlangsung sekitar 3 jam. Usai pemeriksaan, terlapor Jenny Shandiyah memberikan keterangan kepada sejumlah awak media kedatanganya di Polres ini untuk memenuhi panggilan wawancara Peyidik unit Pitsus Polres Pagaralam. Jenny mengatakan, sekitar 25 pertanyaan yang diajukan penyidik.


“Ya ada sekitar 25 pertanyaan yang diajukan terkait pemeriksaan, salah satunya yakni pers plat merah. Lanjut Jenny Shandiyah postingan Pers Plat Merah itu adalah Humas Kominfo “yang saya maksudkan Pers Plat Merah adalah Humas Kominfo karena sesuai Perda Nomor 8 tahun 2016 di dewan sudah tidak ada lagi kehumasan terangnya.


Masih kata Jenny Shandiyah dirinya memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi. Sebagai warga negara yang baik saya hadir dalam pemeriksaan ini sebagai saksi.”ujarnya.


Sedangkan Kasat Reskrim AKP Acep Yulisahara SH  mengatakan kepada awak media untuk meningkatkan status terkait pemeriksaan Ketua DPRD Kota pagaralam, dari saksi menjadi tersangka atas dugaan tindak pidana dalam kasus ujaran melaui media sosial, tentang pers pelat merah, beberapa waktu lalu tinggal menunggu pemeriksaan saksi ahli ITE. 


Demikian diungkapkan Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Dolly Gumara SIK melalui Kasat Reskrim AKP Acep Yulisaha, SH, Rabu pagi. 


Menurut dia, pemeriksaan pada tahap pertama ini masih pemeriksaan tentang pernyataan pers pelat merah yang diunggah melalui akun Facebook tanggal 10 Oktober 2020 lalu yang di laporkan oleh  AL Kahfi Kabiro Starindonews.com dan saat ini pemeriksaan terlapor.


Kami sudah memeriksa dan memanggil terlapor Jenny Shandiyah SE untuk memberikan penjelasan terkait pernyataannya di medsos tersebut, karena ada indikasi bagi wartawan pernyataan tersebut dinilai melecehkan profesi jurnalis," kata dia.


memang penyidik perlu menggali beberapa informasi yang nanti dapat memudahkan dalam pelaksanaan gelar perkara nantinya. 


Setelah pemeriksaan kita minta penjelasan saksi ahli  maka baru bisa penentuan status berikutnya termasuk penetapan tersangka, karena perlu saksi ahli ITE menentukan ada unsur pidana atau tidak atas pernyataan pribadi Ketua DPRD Kota Pagaralam tersebut, " ucapnya. 


Acep menambahkan, sebelumnya penyidik juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan termasuk saksi ahli bahasa dari Universitas Sriwijaya (Unsri). 


Langkah selanjutnya masih perlu keterangan saksi ahli ITE baru akan dilakukan gelar perkara, sehingga kelanjutan status terlapor ditentukan," kata dia. 


kata Acep, Nantinya perkara ini masih menunggu pemeriksaan saksi ITE baru dilakukan gelar perkara di Polres dan Polda, dan hasilnya akan langsung diberitahukan kepada rekan rekan wartawan," ucapnya.


Sebelumnya Al-Kahfi Kabiro Starindonews.com melaporkan Status (cuitan)yang kalimatnya "Pers plat merah"di akun Facebook Jenny Alnabi Harlin.


Dalam laporan tersebut Kami menunggu anggota SPK berkoordinasi dengan penyidik unit reskrim untuk menindak lanjuti laporan itu terkait postingan yang di unggah oleh akun Facebook pribadi  milik Jenny Alnabi Harlin, yang mana sesuai petunjuk penyidik unit reskrim ketika bagian SPKT menerima laporan dan di konsultasikan kepada penyidik Reskrim, maka penyidik Reskrim menyimpulkan bahwa laporan tersebut telah memenuhi persyaratan unsur pidana  yang di maksud dalam Pasal 27 ayat 3 Undang undang No 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang Undang No 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," ujar Wildandhi SH CPL kuasa hukum saudara Pelapor.


Pada hari ini, lanjut Wildandhi, pihak Penyidik telah melakukan Pemeriksaan terhadap Terlapor, untuk diketahui bahwa Kantor Hukum Poeyank telah mengirimkan surat kepada Kapolres Pagar Alam C.q Penyidik/penyidik pembantu dalam Laporan Polisi No LP.B.109/X/2020/SPKT Polres Pagar Alam perihal Permohonan Tindak Lanjut atas Laporan Polisi atas nama pelapor Al Kahfi.


karena berdasarkan data yang kami dapatkan tulisan di akun media sosial pribadi milik Jenny Alnabi Harlin, terkait dengan postingan dan Penulisan Pers Plat Merah saat ini telah di hapus.

Di ubah dengan kalimat ini. (sebagian di hapus karna menghargai pendapat kakak saya John Basri). Menurut pandangan hukum kami hal tersebut telah memenuhi unsur untuk menghapus dan menghilangkan barang bukti," Pungkasnya. (Yeni Sandriani)


 


 


 






×
Berita Terbaru Update